Sabtu, 14 Mei 2011

MENJAGA DIRI DAN KELUARGA

Allah berfirman yang artinya:

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS At Tahriim (66) : 6)

Alloh swt berfirman : “ Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka,” yaitu kamu perintahkan kepada dirimu sendiri dan keluargamu yang teridiri dari istri, anak, saudara, kerabat, sahaya wanita dan sahaya laki-laki untuk taat kepada Alloh swt. Dan kamu larang dirimu sendiri dan semua orang yang dibawah tanggung jawabmu untuk tidak melakukan kemaksiatan kepada Alloh swt. Kamu ajari dan didik mereka serta pimpin mereka dengan perintah Alloh swt. Kamu perintahkan mereka untuk melaksanakannya dan kamu bantu mereka dalam merealisasikannya. Bila kamu melihat ada yang berbuat maksiat kepada Alloh swt, maka cegah dan larang mereka. Ini merupakan kewajiban bagi setiap muslim yaitu mengajarkan kepada orang yang menjadi tanggung jawabnya segala sesuatu yang telah diperintahkan dan dilarang oleh Alloh swt kepada mereka.

Bahaya Syirik


Secara bahasa, syirik artinya menyekutukan atau menjadikan sesuatu memiliki sekutu (syarík). Sedangkan secara istilah, syirik artinya menyekutukan Alloh subhanahu wa ta’ala dengan sesuatu.
Syirik terjadi dalam tiga hal, yaitu:

1. Dalam Rububiyah, atau hak ketuhanan.
Contoh syirik dalam rububiyah:
  • Berpendapat bahwa alam semesta terjadi dengan sendirinya, tanpa ciptaan al-Kholiq, Alloh subhanahu wa ta’ala Yang Maha Pencipta.
  • Meyakini ada dzat selain Alloh subhanahu wa ta’ala yang mampu memberikan manfaat atau mudhorot.
  • Meyakini ada dzat selain Alloh subhanahu wa ta’ala yang mampu melindungi manusia dari marabahaya atau mengeluarkan mereka dari kesulitan.

Huru-hara Kiamat

Saudaraku kaum muslimin…, semoga Alloh subhanahu wa ta’ala senantiasa merahmati kita…

Iman kepada hari akhir adalah rukun iman yang kelima. Yaitu beriman akan berakhirnya kehidupan ini dan akan datangnya suatu hari yang tanpa akhir. Ia adalah suatu keyakinan akan adanya kehidupan setelah kematian yang diawali dengan alam barzakh, lantas seluruh jin dan manusia –dari makhluk yang pertama hingga terakhir– akan dibangkitkan kembali untuk mempertangungjawabkan segala perbuatannya di dunia.
Kemudian mereka akan mendapatkan balasan dengan surga dan keridhoan Alloh –semoga Alloh menjadikan kita semua sebagai ahlinya- atau pun neraka dan kemurkaan-Nya –na’udzu billahi min dzalik-. Semua yang difirmankan Alloh subhanahu wa ta’ala dan yang disampaikan oleh Rasululloh shalallohu alaihi wa sallam berkaitan dengan segala kejadian hari akhir adalah benar (haqq) dan wajib kita imani. 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Top Web Hosting | manhattan lasik | websites for accountants