Sabtu, 14 Mei 2011

Huru-hara Kiamat

Saudaraku kaum muslimin…, semoga Alloh subhanahu wa ta’ala senantiasa merahmati kita…

Iman kepada hari akhir adalah rukun iman yang kelima. Yaitu beriman akan berakhirnya kehidupan ini dan akan datangnya suatu hari yang tanpa akhir. Ia adalah suatu keyakinan akan adanya kehidupan setelah kematian yang diawali dengan alam barzakh, lantas seluruh jin dan manusia –dari makhluk yang pertama hingga terakhir– akan dibangkitkan kembali untuk mempertangungjawabkan segala perbuatannya di dunia.
Kemudian mereka akan mendapatkan balasan dengan surga dan keridhoan Alloh –semoga Alloh menjadikan kita semua sebagai ahlinya- atau pun neraka dan kemurkaan-Nya –na’udzu billahi min dzalik-. Semua yang difirmankan Alloh subhanahu wa ta’ala dan yang disampaikan oleh Rasululloh shalallohu alaihi wa sallam berkaitan dengan segala kejadian hari akhir adalah benar (haqq) dan wajib kita imani. 

Kamis, 12 Mei 2011

Nyaris tidak solat Subuh kecuali dengan Wudhu yang dipakai untuk solat Isyak

nyaris tidak solat subuh kecuali dengan wudhu yang dipakai untuk solat Isyak

Salah satu barakah hidup bersama orang-orang soleh adalah, mereka mampu memberi nasihat dan pencerahan hati

bagi orang yang duduk bersamanya. Sekadar melihat seorang teman yang soleh akan memberi cahaya kesolehan

yang berbeza dalam diri orang yang melihatnya.  Sebagaimana yang Rasulullah beritahukan “Sebaik-baik sahabat

adalah orang yang bila engkau melihatnya, menjadikanmu mengingati Allah”, 

Ada seorang salaf berkata, “Jika aku merasa kegelisahan hati, maka aku segera pergi dan melihat wajah Muhammad

bin Wasi’”. (Nuzhatul Fudhala, 1/526) Ibnul Mubarak juga ada menyebut, “Jika aku melihat wajah Fudhail bin Iyadh, aku

biasanya menangis”.

Iman & Taqwa jalan Kemenangan

Tabi’at manusia menginginkan kebahagiaan dalam kehidupannya. Entah kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Dan semua yang dilakukan manusia pasti akan diarahkan kesana. Bahkan sebuah negeripun juga bertujuan untuk membahagiakan rakyatnya. Lihatlah apa yang dijanjikan para politisi kita hari ini, mereka menggembar-gemborkan “ekonomi kerakyatan, anti new libaralisme” dan jargon-jargon yang lain. Intinya adalah menginginkan sebuah kesejahteraan.

Akan tetapi masarakat kita tidak mengetahui bahwa syarat untuk menjadikan negeri menjadi negeri yang diberkahi Allah Ta’ala adalah dengan iman dan taqwa. Banyaknya para sarjana pertanian tidak akan menjamin pertanian makin baik. Banyaknya para ekonom tidaklah membawa suatu negeri menjadi maju ekonominya. Bahkan jika rakyat telah melahirkan para pakar-pakarpun tidak menjamin kemakmuran sebuah negeri, jika negeri tersebut menyebar kemaksiatan, kesyirikan dan kemungkaran. Akan tetapi kemakmuran dan kemajuan suatu negara dilihat dari ketaqwaan penduduknya kepada Allah Ta’ala.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Top Web Hosting | manhattan lasik | websites for accountants